Tuesday, 22 July 2014

22/07/2014

"Duhai anakku...
Engkaulah buah hatiku
Kasih dan sayangku tak terkikis dek revolusi zaman
Kuselalu memandang wajahmu yang damai,
Ketika engkau tidur.
Aku tersenyum melihat senyummu,
Engkau pasti bermimpi indah.
Anakku...
Aku selalu merasa bahagia mendengar ceria candamu,
Aku sering merasa cemas mendengar langkahmu berlari,
Aku takut engkau terjatuh.
Jantungku berdegup mendengar tangismu,
Aku tak ingin kau bersedih.
Duhai anakku...
Kini engkau telah meningkat umur dan aku semakin dekat dengan hari tua
Jika suatu hari nanti,
Bila tiba giliranmu menjagaku
Aku harap engkau tabah dan
Cubalah mengerti tentang diriku.
Kalau aku comot ketika makan,
Kenang saja aku selalu mengajarmu tentang kebersihan
Jika aku selalu mengatakan hal yang sama ribuan kali,
Bersabarlah....
Kenang saja ketika aku melayan telatahmu ketika kamu mula belajar bercakap
Kalau aku tidak mahu mandi,
Kenang saja aku selalu memapah tubuhmu sehingga memaksakan kamu untuk pergi mandi.
Bila kaki aku mulai berat untuk berjalan,jangan paksa aku untuk berjalan,hulurkan saja kedua tanganmu seperti aku lakukan ketika membimbing pada langkah pertama mu..
Suatu hari nanti kamu akan tahu,disamping kesalahan-kesalahanku..aku ingin melakukan yang terbaik untuk mu...untuk jalan hidupmu."

No comments:

Post a Comment